--:--:-- WIB
Ekonomi

Dana Darurat: Berapa yang Ideal dan Bagaimana Cara Mengumpulkannya

Kehilangan pekerjaan atau sakit mendadak bisa mengguncang keuangan keluarga. Dana darurat adalah bantalan pertama. Ini cara menghitung dan mengumpulkannya.

Admin Redaksi

Administrator

2 mnt baca 6 dilihat
Foto ilustrasi: Dana Darurat: Berapa yang Ideal dan Bagaimana Cara Mengumpulkannya
Foto ilustrasi: Dana Darurat: Berapa yang Ideal dan Bagaimana Cara Mengumpulkannya (Foto: Unsplash)

JAKARTA — Tidak ada yang tahu kapan musibah datang. Pemutusan hubungan kerja, sakit yang membutuhkan biaya besar, kendaraan rusak, atau kebutuhan mendesak keluarga bisa muncul tanpa peringatan. Tanpa persiapan, banyak orang terpaksa berutang, menjual aset dengan harga murah, atau bahkan terjebak pinjaman online ilegal. Di sinilah dana darurat berperan.

Apa itu dana darurat?

Dana darurat adalah simpanan yang khusus disiapkan untuk keadaan mendesak yang tidak terduga. Dana ini bukan untuk liburan, membeli gawai baru, atau memanfaatkan diskon. Fungsinya menjaga agar kebutuhan pokok tetap terpenuhi saat penghasilan terganggu.

Berapa jumlah yang ideal?

Perencana keuangan umumnya menyarankan dana darurat dihitung berdasarkan pengeluaran bulanan, bukan penghasilan. Sebagai panduan umum:

  • Lajang: sekitar 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan.
  • Menikah tanpa anak: sekitar 6 hingga 9 kali pengeluaran bulanan.
  • Menikah dengan anak: sekitar 9 hingga 12 kali pengeluaran bulanan.

Pekerja lepas, pemilik usaha, atau mereka yang penghasilannya tidak tetap sebaiknya menyiapkan jumlah di batas atas, karena pendapatannya lebih sulit diprediksi.

Contohnya, jika pengeluaran rutin keluarga Anda Rp5.000.000 per bulan dan Anda sudah menikah dengan satu anak, target dana darurat berkisar Rp45.000.000 hingga Rp60.000.000.

Cara mengumpulkannya

Angka tersebut mungkin terlihat besar, tetapi dana darurat tidak harus terkumpul sekaligus. Tetapkan target bertahap, misalnya satu bulan pengeluaran terlebih dahulu, lalu tiga bulan, dan seterusnya.

Sisihkan secara otomatis setiap bulan begitu gaji masuk, misalnya 10 persen dari penghasilan. Fitur pendebetan otomatis di bank sangat membantu agar Anda tidak tergoda menunda. Bonus, tunjangan hari raya, atau penghasilan tambahan juga bisa dialokasikan sebagian untuk mempercepat target.

Di mana sebaiknya disimpan?

Dana darurat harus mudah dicairkan dan nilainya stabil. Pilihan yang umum adalah tabungan terpisah dari rekening harian, deposito berjangka pendek, atau reksa dana pasar uang. Hindari menyimpannya di instrumen yang nilainya naik turun tajam, seperti saham, karena saat dibutuhkan nilainya bisa sedang turun.

Pastikan pula produk yang Anda pilih berasal dari lembaga yang terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Isi kembali setelah dipakai

Jika dana darurat terpakai, jadikan pengisiannya kembali sebagai prioritas sebelum menambah investasi atau pengeluaran lain. Dana darurat yang terjaga memberi ketenangan pikiran, sekaligus melindungi rencana keuangan jangka panjang Anda dari guncangan mendadak.

Bagikan opini Anda di bawah

Admin Redaksi

Administrator

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait