--:--:-- WIB
Ekonomi

Langkah Memulai Usaha Kecil dan Membawanya ke Ranah Digital

Dari mengurus izin usaha hingga berjualan di lokapasar, berikut panduan praktis bagi pelaku usaha kecil yang ingin tumbuh lewat kanal digital.

Admin Redaksi

Administrator

2 mnt baca 4 dilihat
Foto ilustrasi: Langkah Memulai Usaha Kecil dan Membawanya ke Ranah Digital
Foto ilustrasi: Langkah Memulai Usaha Kecil dan Membawanya ke Ranah Digital (Foto: Unsplash)

JAKARTA — Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dan menyerap sebagian besar tenaga kerja. Banyak usaha besar pun bermula dari dapur rumah atau lapak kecil. Bagi Anda yang ingin memulai atau mengembangkan usaha, berikut langkah-langkah praktisnya.

1. Mulai dari masalah yang nyata

Usaha yang bertahan biasanya menjawab kebutuhan yang jelas. Amati lingkungan sekitar: produk atau layanan apa yang sulit dicari, terlalu mahal, atau kurang memuaskan? Uji ide Anda dalam skala kecil terlebih dahulu, misalnya menjual ke teman dan tetangga, sebelum menanamkan modal besar.

2. Hitung modal dan harga jual dengan cermat

Catat semua biaya, termasuk bahan baku, kemasan, ongkos kirim, potongan biaya platform, hingga tenaga kerja Anda sendiri. Harga jual harus menutup seluruh biaya tersebut dan masih menyisakan keuntungan. Banyak usaha kecil merasa laris tetapi sebenarnya merugi karena tidak menghitung biaya secara lengkap.

3. Pisahkan uang usaha dan uang pribadi

Gunakan rekening terpisah untuk usaha. Dengan begitu, Anda bisa mengetahui untung dan rugi dengan jelas, sekaligus lebih mudah ketika suatu saat mengajukan pinjaman modal ke lembaga keuangan.

4. Urus legalitas usaha

Pelaku usaha dapat mendaftarkan usahanya untuk memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem Online Single Submission (OSS) di oss.go.id. Untuk usaha mikro dan kecil, prosesnya relatif sederhana dan dapat dilakukan secara daring. Legalitas membuka akses ke berbagai program pembinaan, pembiayaan, dan kerja sama dengan pihak lain. Untuk produk makanan dan minuman, pelajari juga ketentuan izin edar dan sertifikasi halal yang berlaku.

5. Hadir di kanal digital

Mulailah dari kanal yang paling dekat dengan pelanggan Anda:

  • Profil bisnis di Google Maps agar usaha mudah ditemukan orang di sekitar.
  • Media sosial untuk menampilkan produk, testimoni, dan cerita di balik usaha Anda.
  • Aplikasi pesan versi bisnis untuk katalog dan balasan otomatis.
  • Lokapasar untuk menjangkau pembeli di luar kota.

Foto produk yang jelas dan deskripsi yang jujur sangat menentukan. Tidak perlu kamera mahal, cukup cahaya alami dan latar yang bersih.

6. Sediakan pembayaran nontunai

QRIS memungkinkan satu kode QR menerima pembayaran dari berbagai aplikasi bank dan dompet digital. Selain praktis bagi pembeli, transaksi nontunai juga tercatat rapi sehingga memudahkan pembukuan.

7. Rawat pelanggan

Pelanggan yang puas adalah pemasar terbaik. Tanggapi pertanyaan dengan cepat, tangani keluhan dengan sopan, dan minta pelanggan memberikan ulasan. Pelanggan lama yang kembali membeli jauh lebih murah dipertahankan daripada mencari pelanggan baru.

Memulai usaha memang penuh tantangan, tetapi langkah kecil yang konsisten akan lebih bermakna daripada rencana besar yang tak kunjung dijalankan.

Bagikan opini Anda di bawah

Admin Redaksi

Administrator

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait