--:--:-- WIB
Ekonomi

Menyusun Anggaran Bulanan dengan Metode 50/30/20

Gaji sering habis sebelum akhir bulan? Metode 50/30/20 membantu membagi penghasilan untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan dengan cara yang sederhana.

Admin Redaksi

Administrator

2 mnt baca 4 dilihat
Foto ilustrasi: Menyusun Anggaran Bulanan dengan Metode 50/30/20
Foto ilustrasi: Menyusun Anggaran Bulanan dengan Metode 50/30/20 (Foto: Unsplash)

JAKARTA — Banyak orang merasa penghasilannya selalu habis sebelum akhir bulan, padahal tidak merasa boros. Sering kali masalahnya bukan pada besar kecilnya penghasilan, melainkan tidak adanya rencana yang jelas. Salah satu cara paling sederhana untuk mulai mengatur keuangan adalah metode anggaran 50/30/20.

Apa itu metode 50/30/20?

Metode ini membagi penghasilan bersih, yaitu penghasilan setelah dipotong pajak dan iuran wajib, ke dalam tiga pos:

  • 50% untuk kebutuhan: pengeluaran wajib seperti makan, sewa atau cicilan rumah, listrik, air, transportasi, pulsa, dan cicilan utang minimum.
  • 30% untuk keinginan: pengeluaran yang membuat hidup lebih menyenangkan tetapi tidak wajib, seperti makan di luar, hiburan, langganan streaming, dan belanja hobi.
  • 20% untuk tabungan dan investasi: dana darurat, tabungan tujuan, investasi, serta pelunasan utang di atas cicilan minimum.

Contoh penerapan

Misalnya penghasilan bersih Anda Rp6.000.000 per bulan. Dengan metode ini, Rp3.000.000 dialokasikan untuk kebutuhan, Rp1.800.000 untuk keinginan, dan Rp1.200.000 untuk tabungan serta investasi.

Langkah memulai

Pertama, catat seluruh pengeluaran selama satu bulan tanpa mengubah kebiasaan. Langkah ini penting untuk mengetahui ke mana sebenarnya uang Anda pergi. Kedua, kelompokkan pengeluaran tersebut ke dalam tiga pos di atas. Ketiga, bandingkan dengan porsi ideal dan tentukan pos mana yang perlu disesuaikan.

Agar lebih disiplin, sisihkan porsi tabungan di awal bulan, tepat setelah gajian, bukan menunggu sisa di akhir bulan. Memisahkan rekening untuk kebutuhan, keinginan, dan tabungan juga dapat membantu.

Bukan aturan mati

Angka 50/30/20 adalah panduan, bukan aturan baku. Di kota dengan biaya hidup tinggi, kebutuhan pokok bisa melebihi 50 persen penghasilan. Dalam kondisi seperti itu, porsi keinginan bisa dikurangi sementara porsi tabungan tetap dijaga semampunya. Sebaliknya, jika kebutuhan Anda di bawah 50 persen, kelebihannya bisa dialihkan ke tabungan.

Kesalahan yang sering terjadi

Kesalahan paling umum adalah menggolongkan keinginan sebagai kebutuhan, misalnya menganggap ponsel baru atau kopi kekinian setiap hari sebagai kebutuhan. Kesalahan lain adalah tidak memasukkan pengeluaran tahunan, seperti pajak kendaraan atau biaya sekolah, sehingga anggaran tiba-tiba jebol di bulan tertentu. Bagi pengeluaran tahunan menjadi cicilan bulanan dan masukkan ke pos kebutuhan.

Metode 50/30/20 bekerja karena sederhana dan mudah diingat. Mulailah bulan ini, evaluasi setiap akhir bulan, lalu sesuaikan dengan kondisi Anda. Konsistensi jauh lebih penting daripada kesempurnaan.

Bagikan opini Anda di bawah

Admin Redaksi

Administrator

Komentar Pembaca (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Berita Terkait